Friday, October 2, 2009

Jangan menangis lagi


Seiring mentari pergi.
berita itu datang...
tak terduga...
siapa yang akan menduga?...
tapi ia tetap datang..
sumatera bergetar lagi...

sumatera menangis lagi..

getaran itu besar..
sungguh besar...
pekanbaru, jambi,medan,
bahkan singapura dan malaysia bergetar....

jangan tanya tentang tanah minang..

jangan tanyakan negeri pariaman...
disana pusat getaran...
menyebar kenegeri-negeri...
disana luluh lantak..
porak-poranda...
tangis........
....
..
.

dan tangis terdengar lagi..
tangis kehilangan...
kehilangan rumah...
kehilangan sanak..
kehilangan semangat..
kehilangan......
kehilangan yang banyak...
siapa yang akan menghitung?...
bukan.... bukan siapa yang akan menghitung...
tapi siapa yang mampu menghitung
menghitung nilai jiwa-jiwa...
menghitung nilai kisah-kisah...
menghitung nilai cerita-cerita....
harapan dan asa yang tertimbun di reruntuhan gama..
menghitung kasih sayang di reruntuhan ambacang..
siapa... yang akan menghitung..

sudahlah.. usah di hitung...
tak mungkin dihitung..memang..
usah diratap lagi....
tak mungkinkembali...

tengoklah..
negeri ini... kembali menggeliat..
lupakan selisih...
lupakan buaya dan cecak yang berseteru..
lupan UU tipikor yang baru

tengoklah....
betapa rakyat negeri ini menggeliat..
bersatu..
bergandeng tangan..
bukan cuma sumbar yang menangis..
seluruh negeri menangis karena duka sumbar...
seluruh negeri tergerak karena tangis sumbar......

dan seluruh negeri ulurkan tangan...
mahasiswa, tentara, pejabat, pengusaha, parpol...
semua bergerak untuk sumbar...
karena kita harus bersama...
layaknya tiang-tiang yang kokoh...
hingga negeri ini kuat...
kuat menghadapi guncangan....
sekeras apapun itu...
dan negeri ini,...
jangan menangis lagi...
                                     jambi, 02 oct. 2009

2 comments:

Mas Doyok said...

semangat ya
gak ada yg instan :)

Lulus Sutopo said...

Turut berduka...jangan menyerah..